Kisah perjuangan heroik datang dari panggung seni religi nasional di Bogor. Grup Qosidah Azzura dari Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, berhasil menorehkan hasil gemilang di LASQI Nusantara Jaya Fest 2025 pada 4–7 Desember 2025, sebuah ajang yang diikuti oleh 1.500 seniman dari 25 provinsi.
Azzura pulang dengan gelar Juara Harapan 3 tingkat nasional, sebuah pencapaian yang diperjuangkan dengan kondisi serba terbatas. Menurut keterangan official, mereka berangkat mewakili Jawa Tengah dengan menggunakan biaya mandiri dan peralatan musik seadanya, tanpa adanya dukungan pendanaan dari pemerintah daerah.
Ujang Nurhasan, Sekretaris DPD LASQI Nusantara Brebes yang mendampingi tim, menegaskan semangat baja para anggota. “Kami berangkat secara mandiri, tapi semangat mereka tidak pernah turun sedikit pun,” kata Ujang, Senin (8/12/2025).
“Ini luar biasa. Mereka dari Kalijurang, tapi mampu bersaing dengan ribuan peserta dari 25 provinsi,” tambahnya, menyoroti betapa besarnya tantangan yang berhasil mereka taklukkan.
Para personel Azzura yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga, guru ngaji, dan pekerja lokal, menunjukkan bahwa seni qasidah, yang kini mengusung wajah baru dengan kolaborasi gambus dan beat modern, tetap menjadi wadah kreativitas yang tangguh. Keberhasilan mereka menjadi penegasan bahwa kerja keras dan keyakinan mampu mengatasi keterbatasan materi.
Keberadaan Azzura di festival ini juga memiliki makna yang lebih luas. Festival ini disebut-sebut sebagai langkah penting menuju pengajuan qasidah sebagai warisan budaya takbenda, sebuah panggung yang memamerkan jati diri bangsa.
Di tengah gegap gempita panggung nasional, nama Azzura dari Kalijurang berdiri tegak. Pencapaian ini, yang didapatkan melalui konsistensi dan perjuangan pribadi, menjadi pesan inspiratif bahwa keterbatasan tidak pernah menjadi penghalang untuk berkarya dan berprestasi. (panturapost)






