Di tengah persaingan ketat dunia kerja, kisah inspiratif datang dari seorang lulusan Sekolah Teknik Menengah (STM) asal Makassar, Muh. Ansar. Pria paruh baya ini berhasil mengubah takdir keluarganya, tak hanya mampu membeli unit mobil impian, tetapi juga membiayai pendidikan keempat anaknya hingga tuntas. Kunci keberhasilan? Bergabung sebagai mitra pengemudi Maxim.
Sebelum menemukan Maxim, Ansar adalah seorang pekerja keamanan di perusahaan FMCG dengan penghasilan bulanan di bawah tiga juta rupiah. Angka ini, diakuinya, sangat jauh dari cukup untuk menopang kehidupan istri dan empat buah hatinya. “Sebagai kepala keluarga, saya harus berpikir keras mencari jalan keluar untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” kenang Ansar dikutip dari berita-online.com, Kamis (2/10).
Namun, keterbatasan usia dan latar belakang pendidikan menjadi tembok penghalang. Apalagi saat pandemi COVID-19 melanda, gelombang PHK massal menghantam. Mendapatkan pekerjaan lebih baik terasa mustahil; mempertahankan penghasilan saja sudah menjadi anugerah. Di titik inilah, Ansar melihat “secercah harapan” bernama Maxim.
Perjalanan Ansar bersama Maxim dimulai pada tahun 2021, mengikuti jejak salah satu kerabatnya yang lebih dulu bergabung. Niat awalnya sederhana: sekadar menambah penghasilan harian. Namun, tak disangka, keputusan ini justru menjadi titik balik terbesar dalam hidupnya.
“Awalnya saya pikir hanya sekadar menambah penghasilan, tapi ternyata hasil dari Maxim jauh lebih besar dibandingkan pekerjaan sebelumnya,” ungkap Ansar dengan gembira.
Dedikasi dan kerja keras Ansar terbayar lunas. Berawal sebagai mitra pengemudi Maxim Bike, ia tak berhenti berinovasi dan akhirnya berhasil “naik kelas” menjadi pengemudi Maxim Car. Dari penghasilan yang terus meningkat, ia mampu memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya dan bahkan melunasi cicilan mobil yang setiap hari ia gunakan untuk bekerja.
“Alhamdulillah, bulan depan unit (mobil) yang saya gunakan sekarang lunas. Tidak terasa sudah bisa sampai seperti ini,” tuturnya haru.
Kini, sebagai mitra pengemudi Maxim Car, Ansar bisa meraup penghasilan lebih dari lima belas juta rupiah setiap bulan. Angka ini fantastis, empat kali lipat lebih tinggi dibanding Upah Minimum Provinsi (UMP) Makassar.
Selain keuntungan finansial, Ansar juga menghargai fleksibilitas waktu dan minimnya tekanan kerja. Ia bebas menentukan jam kerjanya sendiri, memungkinkan dirinya untuk lebih dekat dengan keluarga tanpa mengurangi produktivitas.
“Tekanan tidak terlalu tinggi, dan jam kerja bisa saya atur sendiri. Ini membuat saya bisa lebih dekat dengan keluarga sambil tetap produktif,” jelasnya.
Ansar menemukan kepuasan lebih dalam pekerjaannya sebagai pengemudi Maxim. Ia bisa bertemu dengan beragam karakter penumpang dan bahkan memiliki kesempatan untuk menolong orang lain.
“Pernah ada penumpang yang mengaku sangat berterima kasih ke saya. Saking berterima kasihnya bahkan sampai nangis. Katanya terima kasih mau mengambil orderan meskipun jaraknya dekat dan argonya tidak seberapa. Ternyata itu kondisi darurat. Dia harus mengantarkan orang tuanya ke rumah sakit segera,” cerita Ansar.
Momen tersebut menyadarkan Ansar bahwa tugasnya sebagai pelayan penumpang memiliki nilai yang sangat besar bagi masyarakat. Setelah empat tahun bersama Maxim, Ansar berhasil meningkatkan taraf hidup keluarganya secara signifikan. Istri dan anak-anaknya pun merasakan kebahagiaan dan syukur atas pekerjaan Ansar saat ini.
“Mudah-mudahan Maxim terus berkembang di Indonesia, utamanya di Makassar ya,” harap Ansar.
Kisah Muh. Ansar adalah bukti nyata bahwa Maxim bukan hanya sekadar platform transportasi online. Lebih dari itu, Maxim adalah pintu kesempatan yang terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kesejahteraan hidup, tanpa memandang latar belakang pendidikan, penampilan, maupun usia. Maxim berkomitmen untuk terus mendorong kesejahteraan masyarakat melalui berbagai peluang kerja sama di seluruh wilayah Indonesia.
Editor: Muhammad Saiful Hadi






