Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, baru-baru ini menunjukkan komitmen kuatnya dalam memperkuat pendidikan dan pembinaan karakter keagamaan di masyarakat, khususnya Islam.
Hal ini diwujudkan melalui kegiatan pembinaan yang menargetkan guru ngaji, tenaga pendidik Madrasah Diniyah (Madin), imam masjid dan mushola, hafiz-hafidzah, serta pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Tonjong pada Selasa (16/12).
Dikutip dari Minanews, pada Rabu (17/12), Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Tonjong tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE, MM, yang secara simbolis menyerahkan pembinaan. Ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah daerah terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan di tingkat akar rumput.
Bupati Paramitha menegaskan bahwa peran guru ngaji dan tokoh keagamaan sangat strategis dalam membentuk karakter generasi muda serta menjaga moral masyarakat.
“Guru ngaji, imam masjid, hafiz-hafidzah, dan pengasuh pondok pesantren adalah pilar utama dalam menjaga akhlak dan moral masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung peran mulia ini,” tegasnya.
Meskipun Bupati menyampaikan permohonan maaf karena besaran pembinaan yang diberikan masih sama dengan tahun sebelumnya, beliau memastikan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan dukungan.
Kabag Kesra Setda Brebes, Kambali, SKM., M.Kes, merinci bahwa penerima pembinaan di Kecamatan Tonjong mencapai 1.006 orang. Jumlah ini terdiri dari 287 guru ngaji, 93 tenaga pengajar TPQ, 222 tenaga pengajar Madin, 1 pengasuh pondok pesantren, 26 hafiz dan hafidzah, serta 377 imam masjid dan mushola.
Meskipun upaya Pemkab Brebes ini patut diapresiasi dalam mendukung pendidikan Islam, muncul pertanyaan mengenai bagaimana perhatian dan dukungan yang diberikan kepada para pengajar agama lain di Brebes.
Dalam konteks keberagaman dan kesetaraan, peran guru agama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu juga sangat vital dalam menjaga moral, akhlak, dan karakter masyarakat non-muslim.
Komitmen pemerintah daerah haruslah merata dan inklusif demi mewujudkan Brebes yang berkarakter bagi seluruh warganya, tanpa memandang afiliasi agama. (red)






