Minggu, 28 Desember 2025, menjadi hari yang emosional bagi para kader militan PDI Perjuangan di Kabupaten Brebes. Setelah puluhan tahun dipimpin oleh sosok karismatik Indra Kusuma, tongkat estafet kepemimpinan akhirnya berpindah tangan kepada Cahrudin.
Konfercab yang berlangsung di Semarang tersebut menandai berakhirnya sebuah era dan dimulainya ujian bagi loyalitas kader di akar rumput.
Indra Kusuma dikenal sebagai arsitek di balik kokohnya suara PDIP di Brebes. Selama masa kepemimpinannya, PDIP hampir tidak pernah absen menjadi penguasa di parlemen lokal.
Kekuatan jaringan yang telah mengakar hingga ke pelosok desa adalah warisan yang kini berada di tangan Cahrudin, Ferri Anggrianto, dan M. Sry Heri Pasaribu.
Banyak pihak meragukan apakah pengurus baru ini bisa “se-sakti” Indra Kusuma dalam menjaga keharmonisan internal. Namun, Cahrudin menepis keraguan tersebut dengan menyatakan komitmennya untuk tetap dekat dengan rakyat.
“Pergantian ini bukan sekadar perubahan struktur, tetapi momentum untuk memperkuat organisasi dan kerja politik partai ke depan,” ucap Cahrudin dengan nada optimis.
Disiplin partai menjadi harga mati bagi kepengurusan periode 2025-2030 ini. Bendahara DPC PDIP Brebes, Sry Heri Pasaribu, menegaskan bahwa tidak akan ada pembangkangan dalam struktur baru.
“Insya Allah kami akan menjalankan perintah partai secara disiplin, khususnya instruksi dari DPD dan DPP PDI Perjuangan,” pungkas Heri.
Keberlanjutan adalah kunci. Jika Cahrudin gagal menjaga ritme yang sudah dibangun Indra, bukan tidak mungkin dominasi Banteng di Brebes akan tergerus oleh kekuatan partai lain yang mulai mengintip celah di masa transisi ini. (red)






