Dinamika politik di Kabupaten Brebes mencapai titik didihnya di penghujung tahun 2025. Dalam sebuah langkah yang mengejutkan banyak pihak, dominasi kepemimpinan lama yang telah bertahan selama 25 tahun akhirnya resmi berakhir.
Melalui Konferensi Cabang (Konfercab) yang digelar di Hotel Patrajasa, Semarang, pada Minggu (28/12/2025), Cahrudin terpilih sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes periode 2025-2030.
Langkah ini disebut-sebut sebagai peristiwa “pecah telur”. Pasalnya, selama dua setengah dekade, kepemimpinan Banteng di Brebes seolah terkunci pada satu pola.
Pergantian ini bukan sekadar rotasi kursi jabatan biasa, melainkan sebuah sinyal keras bahwa PDIP Brebes sedang melakukan bersih-bersih dan renovasi besar-besaran terhadap struktur organisasinya.
Cahrudin tidak sendirian dalam mengemban misi besar ini. Ia didampingi oleh duet maut politisi muda yang juga duduk di kursi DPRD Brebes, yakni Ferri Anggrianto sebagai Sekretaris dan M. Sry Heri Pasaribu sebagai Bendahara. Komposisi ini diyakini akan membawa energi baru yang lebih progresif dibandingkan kepengurusan sebelumnya.
Berbicara kepada media, Cahrudin menekankan bahwa perubahan ini adalah awal dari kerja nyata yang lebih intensif. “Pergantian ini bukan sekadar perubahan struktur, tetapi momentum untuk memperkuat organisasi dan kerja politik partai ke depan,” tegasnya.
Tantangan di depan mata tentu tidak mudah. Cahrudin harus mampu mempertahankan gelar PDIP sebagai partai pemenang di Brebes sembari melakukan modernisasi gerakan.
Publik kini menunggu, apakah di bawah komando baru ini, Banteng Brebes akan semakin beringas atau justru kehilangan taringnya akibat transisi yang mendadak ini.
Sekretaris DPC PDIP Brebes, Ferri Anggrianto, menambahkan bahwa target utama mereka sangat ambisius. “Target kami tetap melakukan konsolidasi partai hingga akar rumput. Dengan harapan bisa meningkatkan perolehan kursi di DPRD Brebes maupun Jawa Tengah dan di DPR RI,” jelasnya. (beritasatu)






