Pertarungan politik di Jawa Tengah, khususnya di wilayah Pantura, diprediksi akan semakin sengit. Menyadari hal tersebut, PDI Perjuangan Kabupaten Brebes melakukan langkah cepat dengan merombak total jajaran elit partainya.
Cahrudin yang kini menjabat sebagai Ketua DPC memiliki misi khusus: melakukan modernisasi data dan penguatan basis elektoral secara digital maupun konvensional.
Keputusan menunjuk Ferri Anggrianto dan M. Sry Heri Pasaribu, keduanya adalah anggota DPRD aktif sebagai motor penggerak organisasi menunjukkan bahwa PDIP ingin kepemimpinan yang taktis dan menguasai medan lapangan.
Mereka adalah orang-orang yang terbiasa bertarung di daerah pemilihan, sehingga diharapkan mampu mendongkrak suara secara signifikan.
Dalam forum Konfercab di Semarang, terlihat jelas bahwa fokus utama partai adalah efisiensi kerja politik. Cahrudin menjelaskan bahwa restrukturisasi ini adalah kebutuhan zaman.
“Pergantian ini bukan sekadar perubahan struktur, tetapi momentum untuk memperkuat organisasi dan kerja politik partai ke depan,” katanya di hadapan para kader.
Pesan ini diperkuat oleh Ferri Anggrianto yang menargetkan lonjakan kursi di parlemen. Secara eksplisit, ia menyatakan bahwa konsolidasi tidak akan berhenti di tingkat kabupaten.
“Target kami tetap melakukan konsolidasi partai hingga akar rumput. Dengan harapan bisa meningkatkan perolehan kursi di DPRD Brebes maupun Jawa Tengah dan di DPR RI,” tutur Ferri.
Dengan pengawasan ketat dari DPD dan DPP, kepengurusan baru ini diharapkan bisa bekerja layaknya mesin yang terlumasi dengan baik. Sry Heri Pasaribu selaku Bendahara memastikan bahwa setiap langkah akan sinkron dengan pusat.
“Insya Allah kami akan menjalankan perintah partai secara disiplin, khususnya instruksi dari DPD dan DPP PDI Perjuangan,” tegasnya.
Kini, peta politik Brebes resmi berubah. Apakah strategi “All-In” dengan wajah-wajah baru ini akan membuahkan hasil manis di pemilu mendatang? Waktu yang akan menjawab. (red)






