Selama berpuluh-puluh tahun, warga di wilayah pegunungan seperti Desa Manggis di Kecamatan Sirampog harus mengalokasikan waktu khusus hanya untuk mengurus administrasi kependudukan.
Jarak rumah yang jauh dan medan yang berbukit seringkali menjadi kendala. Namun, per tanggal 30 Desember 2025, pemandangan tersebut dipastikan akan berubah total seiring dengan diresmikannya era digitalisasi desa.
Dalam sosialisasi yang berlangsung interaktif di Balai Desa, masyarakat diperkenalkan dengan kemudahan-kemudahan yang sebelumnya hanya bisa dinikmati oleh masyarakat perkotaan.
Bayangkan saja, fitur-fitur seperti Pelayanan Mandiri kini memungkinkan warga untuk mempercepat pengurusan berbagai surat-menyurat hanya dari layar smartphone. Tidak ada lagi alasan pelayanan macet karena petugas sedang bertugas di luar, karena sistem tetap berjalan secara otomatis.
Dikutip dari panturapost, Selasa (30/12), Kepala Desa Manggis, Masruri, memahami betul keresahan warganya selama ini. Baginya, teknologi haruslah memanusiakan manusia, bukan malah mempersulit.
“SID ini kami bangun untuk memudahkan warga. Mulai dari data kependudukan, pengumuman desa, sampai laporan penggunaan dana desa bisa diakses lebih cepat dan akurat,” tegasnya.
Salah satu fitur yang sangat disambut antusias adalah pengecekan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara mandiri.
Warga kini bisa mengetahui status pembayaran pajak mereka tanpa perlu menunggu surat tagihan fisik datang. Selain itu, bagi warga yang memiliki keluhan terkait infrastruktur desa, mereka bisa menggunakan fitur “Lapor Pak”.
Antusiasme warga terlihat jelas saat Hamdan Haqiqi, Operator SID yang juga menjabat Kasie Kesra, mempraktikkan cara penggunaan sistem di depan peserta sosialisasi.
Kaum muda di desa didorong menjadi motor penggerak untuk membantu para lansia agar tidak gagap teknologi. Inisiatif ini menciptakan kolaborasi antar generasi yang harmonis demi kemajuan bersama.
Camat Sirampog, Slamet Budi Raharjo, memberikan jempol atas inisiatif Desa Manggis yang menempatkan kepentingan warga sebagai prioritas utama dalam inovasi teknologi.
“Manggis ini memang beda. Punya inovasi dan terus bertransformasi. Ini modal penting menuju Smart Village yang akuntabel,” ujarnya.
Kini, warga Desa Manggis tidak perlu merasa tertinggal dari orang kota. Meskipun tinggal di daerah pegunungan yang asri, layanan yang mereka terima sudah setara dengan standar kota cerdas. Ini adalah bukti nyata bahwa digitalisasi adalah hak setiap warga negara, termasuk mereka yang berada di pelosok Brebes. (redaksi)






