Polemik penarikan bantuan becak listrik di Desa Padakaton, Brebes, akhirnya ditanggapi oleh pengurus BUMDes Mekar Jaya. Pihak pengelola membantah telah menyita bantuan tersebut untuk kepentingan pribadi atau organisasi, melainkan hanya melakukan “transit” sementara demi keamanan wilayah.
Ketua BUMDes Mekar Jaya, Suherman, menjelaskan bahwa penyimpanan unit becak di gedung TPS 3R dilakukan setelah berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa. Menurutnya, distribusi langsung kepada penerima dikhawatirkan akan memicu kegaduhan karena banyaknya warga yang merasa layak namun tidak terdaftar sebagai penerima.
Ia menegaskan bahwa status becak tersebut saat ini hanya dititipkan hingga situasi di akar rumput dirasa sudah cukup tenang dan kondusif untuk diserahkan kembali.
“Sudah koordinasi dengan pihak desa. Ini bukan keputusan pribadi. Akhirnya becak disimpan dulu. Maksudnya biar adem tidak ada gejolak di masyarakat. Kemarin sempat gaduh, karena banyak yang minta tapi jatahnya terbatas. Jadi sampai hari ini masih disimpan,” ungkap Suherman dikutip dari detik.com, Jumat (19/12).
Meskipun menuai kritik dari pihak penerima yang merasa haknya dirampas, BUMDes berjanji akan segera menyalurkan bantuan tersebut jika kondisi sudah memungkinkan. Pihak BUMDes menyatakan bahwa gedung penyimpanan dipilih semata-mata karena fasilitasnya yang mampu menampung unit sebagai garasi sementara. (redaksi)






