Kabupaten Brebes sekali lagi menorehkan tinta emas di tingkat regional dengan meraih Juara III Investment Challenge (IC) Jawa Tengah 2025.
Prestasi gemilang ini tidak hanya membawa pulang piala, tetapi juga mengukuhkan Brebes sebagai magnet baru bagi investasi, khususnya di sektor hilirisasi garam.
Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, kepada Wakil Bupati Brebes, Wurja, dalam seremoni yang berlangsung di Hotel Padma, Kota Semarang, Kamis (6/12) beberapa waktu lalu.
Keberhasilan ini dibarengi dengan komitmen investasi yang konkret. Saat acara berlangsung, dilakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI) oleh PT Intan Boga Sangkara.
Perusahaan tersebut berkomitmen menanamkan modal senilai Rp50 miliar untuk membangun industri pengolahan garam di Brebes. Selain itu, lima perusahaan lain juga telah menyatakan minatnya untuk segera berinvestasi di sektor pengolahan garam setelah melihat potensi besar yang dipaparkan oleh Pemkab Brebes.
Lima perusahaan tersebut bahkan telah melakukan survei lokasi pada Rabu, 5 November 2025, menunjukkan keseriusan mereka untuk segera merealisasikan penanaman modal.
Visi Besar Menuju Pusat Industri Garam Modern
Keberhasilan Brebes tidak lepas dari paparan mendalam yang disampaikan oleh Wakil Bupati Brebes, Wurja, di hadapan dewan penguji IC 2025.
Dalam paparan yang berdurasi hampir tiga jam tersebut, Wurja menyampaikan visi ambisius Pemkab Brebes untuk mentransformasi daerahnya menjadi pusat industri garam modern di Jawa Tengah.
Wurja menekankan pentingnya hilirisasi bagi kesejahteraan petani garam lokal. “Garam krosok rakyat kita harus naik kelas. Dengan hilirisasi, Brebes bisa memastikan nilai tambah bagi petambak, sekaligus menjamin pasokan garam industri dan konsumsi secara berkelanjutan,” tegas Wurja di hadapan dewan penguji saat itu.
Konsep investasi yang ditawarkan Pemkab Brebes mencakup pembangunan lima gudang garam berkapasitas total 20.000 ton dan pendirian pabrik pengolahan yang akan mengubah garam krosok mentah menjadi garam industri dan konsumsi.
Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan harga dan meningkatkan nilai jual garam Brebes yang dikenal memiliki kualitas tinggi dengan kandungan NaCl di atas 97 persen dan potensi produksi hingga 20.000 ton per tahun.
Apresiasi Atas Kerja Sama Tim Solid
Wurja menjelaskan, proyek investasi ini adalah solusi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan lebih dari 500 petambak garam Brebes. “Dengan lima gudang, produksi garam rakyat bisa ditampung sebanyak-banyaknya, sehingga stok aman dan harga tidak jatuh saat panen raya,” ungkapnya.
Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tim pendukung yang terlibat.
“Prestasi ini hasil kerja kolaboratif dan semangat yang sama untuk membangun Brebes yang lebih maju,” ujar Wurja usai menerima penghargaan.
Kerja sama tim dari Baperrida, DPMPTSP, Dinas Kelautan dan Perikanan, hingga akademisi dari KERIS Jateng dan Universitas Diponegoro menjadi kunci utama keberhasilan ini. (radarcbs)






