Kabupaten Brebes telah mencatatkan sejarah pembangunan yang luar biasa, naik kelas menjadi Kabupaten Sangat Inovatif pada penilaian Indeks Inovasi Daerah Tahun 2025 oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri.
Prestasi ini bukan sekadar gelar, melainkan bukti nyata transformasi birokrasi di bawah kepemimpinan Bupati Paramitha Widya Kusuma atau Bupati Mitha.
Perjalanan Brebes mencerminkan sebuah revolusi kepemimpinan. Sebelumnya, Brebes pernah berada di titik terendah, bahkan sempat menjadi satu-satunya kabupaten di Jawa Tengah yang dinilai tidak inovatif.
Namun, tren nilai Indeks Inovasi Brebes menunjukkan lonjakan konsisten dan agresif: dari Kurang Inovatif (2021) menjadi Sangat Inovatif (2025).
Prestasi gemilang ini dinilai tak lepas dari dukungan dan dorongan penuh dari pucuk pimpinan daerah. Kepala Bapperida Kabupaten Brebes, Tety Yuliana, secara eksplisit menyampaikan rasa terima kasih kepada para pemimpin daerah.
“Kami berterima kasih kepada seluruh pimpinan daerah yang selalu mendorong hadirnya inovasi-inovasi baru. Prestasi ini adalah hasil kerja bersama, bukan hanya satu perangkat daerah,” kata Tety Yuliana, dikutip dari PanturaPost pada Kamis (11/12).
Tety Yuliana juga menyampaikan penghargaan khususnya kepada Bupati Paramitha Widya Kusuma, Wakil Bupati Wurja, Sekda Tahrroni, dan jajaran lainnya yang memberikan dukungan penuh.
Komitmen kepemimpinan Bupati Paramitha untuk menjadikan inovasi sebagai DNA pelayanan publik telah terbayar lunas, menempatkan Brebes di jajaran 47 kabupaten terbaik se-Indonesia.
Predikat Sangat Inovatif ini kini menjadi landasan kuat bagi Brebes untuk mempercepat transformasi layanan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.






