Kabar gembira datang dari penilaian Indeks Inovasi Daerah Tahun 2025 oleh Kemendagri. Kabupaten Brebes resmi ditetapkan sebagai Kabupaten Sangat Inovatif, masuk dalam jajaran 47 kabupaten terbaik nasional.
Keberhasilan ini bukan hasil kerja satu dinas, melainkan kemenangan kolektif yang lahir dari komitmen bersama membangun Brebes di bawah kepemimpinan Bupati Paramitha Widya Kusuma dan Wakil Bupati Wurja.
Lompatan ini sangat dramatis. Kepala Bapperida Kabupaten Brebes, Tety Yuliana, mengingatkan bahwa Brebes sempat menyandang status terburuk, yakni tidak inovatif se-Jawa Tengah beberapa tahun lalu.
Namun, berkat sinergi yang kuat antara seluruh perangkat daerah (OPD), Brebes mampu bangkit secara signifikan, seperti terlihat pada kenaikan skor yang konsisten (dari 16,37 di 2021 hingga mencapai level Sangat Inovatif di 2025).
“Beberapa tahun lalu Brebes pernah mencatatkan nilai terburuk sebagai satu-satunya kabupaten yang dinilai tidak inovatif se-Jawa Tengah. Namun berkat komitmen bersama seluruh perangkat daerah, Brebes mampu bangkit dan melakukan lompatan signifikan,” kata Tety Yuliana, dikutip dari PanturaPost pada Kamis (11/12).
Tety Yuliana juga menekankan peran Bapperida sebagai fasilitator dan orkestrator inovasi daerah, yang berupaya memperkuat kolaborasi lintas OPD.
Bapperida bertugas memastikan setiap program dan kebijakan tidak hanya sekadar rutinitas, tetapi mengandung unsur kreativitas dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dukungan penuh dari seluruh jajaran birokrasi, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Sekda Tahrroni, para Asisten, hingga seluruh Kepala OPD, diakui menjadi kunci sukses. Prestasi ini menunjukkan bahwa ekosistem inovasi Brebes kini sudah matang.
“Capaian ini bukan akhir, tetapi awal dari kerja besar berikutnya. Brebes harus dapat mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah. Kami berkomitmen memberikan pendampingan dan energi baru bagi OPD untuk terus berinovasi,” jelasnya. (redaksi)






