Sebuah kejutan membanggakan datang dari panggung Anugerah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) 2025. Muhammad Fatkhur Rozak, pemuda yang dikenal aktif di Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, berhasil menyabet nominasi bergengsi Penghargaan Tokoh Peduli Anak Nasional 2025.
Yang lebih mengejutkan, nama Rozak berdiri sejajar dan bersaing ketat dengan figur-figur besar di level nasional, seperti Profesor DR Abdul Mu’ti M.Ed, Prof Saifudin Chalim MA, dan tokoh nasional lainnya. Anugerah KPAI tahun ini mengusung tema “Anak Terlindungi Menuju Generasi Emas Berdaya Saing.”
Rozak, yang merupakan Ketua Yayasan Lokatara Bumiayu dan Ketua Satgas PPA Kabupaten Brebes, dikenal sebagai sosok yang tanpa lelah hadir dalam berbagai persoalan anak. Mulai dari kasus kekerasan, pendampingan psikologis, hingga pendidikan nonformal, Rozak kerap mengorbankan waktu, tenaga, bahkan materi.
Saat menerima penghargaan, Rozak menyampaikan bahwa kerja kerasnya didorong oleh ketulusan, bukan ambisi penghargaan semata.
“Penghargaan ini istimewa, karena saya bersaing dengan tokoh-tokoh nasional. Tapi bagi saya, penghargaan sebenarnya adalah ketika anak-anak yang kita dampingi bisa tersenyum dan kembali percaya diri. Lebih penting lagi PR kita juga masih banyak,” ujar Rozak dengan mata berkaca-kaca, dikutip dari PanturaPost pada Kamis (11/12)
Ketua KPAI, Ai Maryati Solihah, memuji kontribusi para tokoh seperti Rozak, menegaskan bahwa peran mereka adalah pilar penting bangsa.
“Ini adalah validasi bahwa kerja keras Anda berdampak nyata. Inilah yang mendorong Indonesia lebih maju dalam perlindungan anak,” ujarnya.
Keberhasilan pemuda dari Brebes ini bukan hanya kemenangan pribadi. Ini adalah pesan kuat bagi seluruh anak muda Indonesia bahwa pengabdian tidak mengenal panggung besar, jabatan, atau latar belakang geografis. Rozak membuktikan bahwa menjadi pengaruh besar bagi bangsa bisa dimulai dari mana saja, bahkan dari desa di lereng gunung. (redaksi)






