Air mata Siti Royanah (42) tak henti menetes saat menceritakan kisah pilu kepergian putranya, Azka Rizki Fadholi, siswa kelas VII MTs. Miftahul Ulum Rengaspendawa.
Azka meninggal dunia pada 12 Agustus 2025, hanya beberapa hari setelah dugaan tindakan bullying yang ia alami di sekolahnya pada Jumat, 8 Agustus 2025.
Sambil memegang foto almarhum, Siti mengungkapkan laporannya ke Unit PPA Satreskrim Polres Brebes pada 21 Agustus 2025. Namun, hingga kini, kepastian hukum tak kunjung didapat.
“Saat pulang sekolah tak ceria seperti biasanya. Saat itu pulang terlihat murung dan langsung masuk ke kamar,” kata Siti kepada wartawan, Minggu (14/12/2025), mengutip dari Kompas.com.
Perundungan itu baru terungkap setelah kondisi Azka memburuk. Awalnya mengeluh sakit kepala, kemudian ia memaksakan diri ke sekolah keesokan harinya. Kecurigaan Siti muncul saat melihat kaos kaki anaknya kotor seperti bekas terperosok ke lumpur.
Malamnya, Azka akhirnya mengaku sakit pada sejumlah bagian tubuhnya. “Almarhum mengaku sakit pada bagian dada dan tangan. Saya kemudian menyuruh almarhum, coba digerakkin tangannya, tapi nggak bisa, akhirnya saya bawa ke tukang urut,” ungkapnya.
Puncaknya, pada dini hari 11 Agustus 2025, Azka akhirnya berterus terang. “Saya tanya sambil nangis kamu kenapa?. Kemudian almarhum bilang ‘saya mau ngomong tapi ibu jangan marah, saya dipukulin sama teman di sekolahan. Saya diancam jangan ngomong sama siapa-siapa’,” kenang Siti.
Kondisi Azka memburuk hingga kejang dan dibawa ke rumah sakit, di mana ia dinyatakan meninggal pada 12 Agustus 2025. Hasil pemeriksaan medis mengungkapkan fakta mengejutkan: “Saya sempat tanya ke petugas medis, hasil pemeriksaan seperti apa, ternyata selain DBD ada patah tulang juga di tangan,” terang Siti.
Ketika pihak keluarga terduga pelaku dan sekolah menawarkan uang damai dari Rp 5 juta hingga Rp 10 juta per anak Siti menolaknya mentah-mentah. “Keluarga terduga pelaku menawarkan dari Rp 5 juta kemudian Rp 10 juta per anak, tapi saya menolak, karena saya ingin lanjut ke jalur hukum,” tegasnya.
Siti kini mendesak kepolisian segera bertindak. “Saya sudah lapor ke kepolisian, sudah 3 bulan lebih belum ada perkembangan. Saya ingin kasus saya sama dengan yang lain, jangan dibedakan dengan yang punya uang,” pungkas Siti. (red)






