Duka menyelimuti Dusun Cawiri, Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Brebes, setelah salah satu warganya, Risto alias Boma (40), tewas tertimbun longsor saat bekerja sebagai penambang galian C pada Selasa (16/12/2025) kemarin.
Sementara itu, rekan kerjanya, Rodi, beruntung berhasil menyelamatkan diri dari timbunan longsoran tanah dan batu.
Menurut keterangan saksi mata, Eko, tragedi terjadi saat Boma dan Rodi berupaya mengambil batu dengan memanjat puncak tebing di sisi utara. Keduanya diduga tidak menyadari bahwa tebing yang mereka panjat sudah memiliki kontur tanah retak, sehingga memicu terjadinya longsor.
“Awalnya dua orang itu naik ke puncak tebing sisi utara mau ambil batu. Tapi karena tanah sudah retak, tebing longsor,” tutur Eko dikutip dari iNews.id Rabu, (17/12).
Boma tertimbun reruntuhan batu-batu besar. Proses evakuasi tubuh korban memakan waktu dua jam sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal pada pukul 12.00. “Boma itu ditemukan jam 12.00. Tubuhnya tertimbun batu batuan cukup dalam, kondisinya sudah meninggal dunia,” kata Eko.
Eko menambahkan bahwa galian C ini sebelumnya pernah ditutup karena menelan korban jiwa, namun kembali dibuka. Pekerjaan penambangan dilakukan secara manual, tanpa alat berat.
Penambang yang dihadapkan pada minimnya pilihan ekonomi terpaksa bekerja di lokasi yang secara resmi diakui Camat Banjarharjo, Nanang Rahardjo, sebagai lokasi yang tidak berizin resmi. Untuk sementara, galian C tersebut ditutup pasca tragedi ini. (red)






