Pemerintah Kabupaten Brebes tidak ingin peringatan Hari Jadi ke-348 hanya menjadi agenda seremonial tanpa makna. Melalui gelaran Bumiayu Night Batik Carnival, Brebes berupaya mengubah cara pandang masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap batik sebagai warisan budaya yang dinamis dan penuh inovasi.
Acara yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis malam, 30 Januari 2026, ini akan digelar di wilayah Brebes Selatan, tepatnya di Kecamatan Bumiayu, mulai pukul 19.30 WIB. Bumiayu Night Batik Carnival menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Brebes ke-348 Tahun 2026.
Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Brebes, Eko Supriyanto, menjelaskan bahwa karnaval ini dirancang sebagai ruang ekspresi budaya yang lebih segar dan dekat dengan generasi masa kini.
“Gelaran tersebut, bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Brebes ke-348 Tahun 2026, yang akan digelar tepatnya di Kecamatan Bumiayu,” kata Eko kepada awak media, Minggu (11/02/25) siang.
Menurut Eko, kawasan Perempatan Jatisawit hingga Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bumiayu akan disulap menjadi panggung budaya terbuka. Ruas jalan utama ini akan menjadi lintasan parade kostum batik dengan konsep visual modern dan atraktif.
“Parade kostum batik spektakuler, pertunjukan seni, dan kolaborasi komunitas kreatif disiapkan sebagai daya tarik utama,” jelas Eko Supriyanto.
Ia menegaskan, Bumiayu Night Batik Carnival bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk konkret pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Batik Brebes akan ditampilkan sebagai produk budaya yang mampu beradaptasi dengan zaman.
“Ini bukan sekadar karnaval. Batik Brebes harus tampil lebih berani, kreatif, dan relevan dengan generasi muda. Harapannya wajah pariwisata budaya di Kabupaten semakin hidup dan terus berkembang,” ujar Eko Supriyanto.
Konsep malam hari dipilih untuk menghadirkan pengalaman visual yang kuat. Permainan cahaya, kostum, dan seni pertunjukan diharapkan mampu menciptakan kesan mendalam bagi pengunjung, sekaligus menjadi daya tarik wisata baru di wilayah Brebes Selatan.
Selain itu, pelibatan seniman lokal, komunitas kreatif, pelaku UMKM, dan generasi muda diharapkan dapat menciptakan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.
“Nantinya dalam gelaran tersebut, kami akan melibatkan seniman lokal, komunitas kreatif, pelaku UMKM, serta generasi muda agar event ini berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat,” beber Eko Supriyanto.
Dengan konsep yang matang dan kolaboratif, Bumiayu Night Batik Carnival diharapkan mampu menjadi ikon baru pariwisata budaya Brebes yang modern dan berkelanjutan. (red)






