Gelaran Bumiayu Night Batik Carnival bukan sekadar perayaan budaya semata. Pemerintah Kabupaten Brebes melihat event ini sebagai peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah Brebes Selatan.
Karnaval yang akan berlangsung pada Kamis malam, 30 Januari 2026, di Kecamatan Bumiayu ini menjadi bagian penting dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Brebes ke-348 Tahun 2026. Dengan mengusung konsep budaya malam hari, acara ini dirancang agar memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Brebes, Eko Supriyanto, menyampaikan bahwa penyelenggaraan karnaval ini telah dirancang secara matang untuk memaksimalkan potensi lokal.
“Gelaran tersebut, bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Brebes ke-348 Tahun 2026, yang akan digelar tepatnya di Kecamatan Bumiayu,” kata Eko.
Ruas jalan Perempatan Jatisawit hingga RTH Bumiayu akan dijadikan pusat kegiatan, menghadirkan parade kostum batik, pertunjukan seni, serta kolaborasi lintas komunitas kreatif.
“Parade kostum batik spektakuler, pertunjukan seni, dan kolaborasi komunitas kreatif disiapkan sebagai daya tarik utama,” jelas Eko Supriyanto.
Menurut Eko, Bumiayu Night Batik Carnival merupakan contoh nyata bagaimana event budaya dapat menjadi pengungkit ekonomi. Kehadiran wisatawan diproyeksikan meningkatkan omzet pelaku UMKM, sektor kuliner, hingga jasa pendukung lainnya.
“Ini bukan sekadar karnaval. Batik Brebes harus tampil lebih berani, kreatif, dan relevan dengan generasi muda. Harapannya wajah pariwisata budaya di Kabupaten semakin hidup dan terus berkembang,” ujar Eko Supriyanto.
Konsep malam hari dipilih untuk memperkuat daya tarik visual dan memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Atmosfer cahaya dan seni diharapkan mampu menciptakan magnet wisata baru di Brebes Selatan.
Selain Dinbudpar, panitia Hari Jadi Kabupaten Brebes juga menaruh harapan besar pada event ini. Ketua Panitia HUT ke-348 Kabupaten Brebes Tahun 2026, Dani Asmoro, menegaskan bahwa karnaval ini dirancang agar perayaan hari jadi benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kami ingin HUT Brebes tidak hanya formalitas. Karnaval ini adalah ruang kebanggaan bersama, tempat seni, budaya, dan kreativitas bertemu untuk mewujudkan Brebes Beres,” kata Dani.
Antusiasme masyarakat pun diprediksi tinggi. Selain parade batik, pengunjung akan disuguhi pertunjukan seni budaya dengan nuansa malam penuh cahaya hingga garis akhir di RTH Bumiayu.
“Kami berharap gelaran Bumiayu Night Batik Carnival bisa menjadikan Kabupaten Brebes bisa menjadi daerah berbudaya, kreatif, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Dengan konsep ekonomi kreatif yang kuat, Bumiayu Night Batik Carnival diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat posisi Brebes sebagai daerah tujuan wisata budaya. (red)






