Kepercayaan terhadap pesugihan, sebuah praktik mendapatkan kekayaan secara instan melalui perjanjian dengan makhluk halus masih mengakar di beberapa komunitas di Brebes.
Praktik ini sering dilakukan di tempat-tempat yang dianggap wingit (angker) atau memiliki sejarah spiritual yang kuat. Peziarah datang tidak hanya dari Brebes, tetapi juga dari Tegal, Cilacap, hingga Jawa Barat.
Berikut adalah beberapa tempat dan jenis praktik yang dikaitkan kuat dengan kegiatan pesugihan di wilayah Kabupaten Brebes:
1. Watu Jaran, Bumiayu: Tempat Mencari “Penglarisan” Usaha
Situs Watu Jaran, yang secara harfiah berarti “Batu Kuda,” terletak di wilayah Bumiayu, Brebes bagian selatan. Tempat ini dipercaya sebagai peninggalan bersejarah yang dijaga oleh entitas gaib yang kuat.
-
Fokus Pesugihan: Situs ini banyak dikunjungi oleh pedagang atau pemilik usaha kecil yang mencari penglarisan. Tujuannya agar dagangan laris manis dan mendapatkan keberuntungan dalam bisnis.
-
Ritual: Pelaku pesugihan sering melakukan tirakat, bermeditasi, dan meninggalkan sesajen tertentu di dekat batu utama. Beberapa sumber lokal menyebutkan adanya ritual ruwatan (pembersihan diri) yang disalahgunakan untuk kepentingan menarik rezeki secara instan.
-
Sosok Penunggu: Dipercaya situs ini ditunggu oleh roh-roh leluhur atau danyang berbentuk kuda, yang menjadi medium untuk menyampaikan permohonan.
2. Sumur Pengantin, Desa Dawuhan (Sirampog): Memohon Jodoh dan Rezeki
Sumur Pengantin adalah lokasi lain yang ramai dikunjungi untuk tujuan spiritual di Brebes selatan. Nama “Pengantin” menyiratkan permohonan terkait pasangan hidup, namun praktik ini juga dikaitkan dengan permohonan kekayaan.
-
Fokus Pesugihan: Selain memohon jodoh (pelarisan jodoh), tempat ini sering dikunjungi untuk mendapatkan rezeki yang melimpah dan kelancaran hidup.
-
Ritual Khusus: Pelaku pesugihan (atau pencari rezeki instan) konon melakukan ritual mandi kembang (padusan) atau mengambil air dari sumur pada malam tertentu, disertai dengan sesajen sebagai wujud perjanjian kepada danyang penunggu sumur.
3. Keterkaitan dengan Ritual Pesugihan Pesisir Utara (Nyai Roro Kidul/Dewi Lanjar)
Meskipun Brebes tidak memiliki garis pantai sesentral Tegal atau Pemalang, wilayah utara Brebes yang berbatasan dengan Laut Jawa tetap memiliki kepercayaan kuat terhadap entitas penguasa laut.
-
Lokasi Ritual: Ritual sering dilakukan di pantai-pantai di perbatasan utara Brebes atau di tempat-tempat tertentu yang dianggap sebagai gerbang menuju kerajaan gaib di lautan.
-
Sosok yang Dihubungi: Umumnya dikaitkan dengan Dewi Lanjar atau entitas laut lainnya, yang dipercaya dapat memberikan kekayaan dalam bentuk emas atau uang gaib (uang balik).
-
Syarat: Pesugihan pesisir dikenal memiliki syarat yang berat, termasuk tuntutan tumbal nyawa atau perjanjian untuk menjadi budak gaib.
4. Gunung Kumbang (Bumiayu): Pusat Meditasi dan Tirakat Kekuatan Gaib
Gunung Kumbang yang berada di wilayah Brebes selatan dikenal sebagai lokasi yang ideal untuk bertapa (meditasi) dan melakukan tirakat demi mendapatkan ilmu atau kekayaan.
-
Fokus Pesugihan: Tempat ini menjadi tujuan bagi mereka yang mencari ilmu pesugihan atau kesaktian untuk memuluskan jalan menuju kekayaan dan kekuasaan.
-
Ritual: Peziarah bermalam dan berpuasa (mutih) sambil melakukan meditasi di area yang dianggap memiliki energi spiritual tinggi. Kekayaan yang didapatkan dipercaya berasal dari khodam atau jin yang berhasil ditaklukkan melalui ritual tersebut.
Jalan Pintas yang Menjerumuskan
Praktik pesugihan di Brebes, seperti halnya di daerah lain, selalu menawarkan janji semu. Mereka yang terlibat akan menemukan bahwa kekayaan yang didapatkan bersifat sementara dan disertai konsekuensi spiritual yang berat. Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan memilih jalan rezeki yang halal dan berkah. (redaksi)






