Drama penyitaan bantuan Presiden Prabowo Subianto di Desa Padakaton, Brebes, akhirnya berakhir bahagia. Tekanan publik dan pemberitaan masif memaksa pihak BUMDes Mekar Jaya menyerahkan kembali tiga unit becak listrik kepada penerima sah, termasuk Daklan (57) yang sebelumnya mengaku kecewa berat.
Daklan, yang sempat merasa hanya “dicatut namanya” sebagai syarat formalitas, kini sudah bisa mengoperasikan becak barunya untuk mencari nafkah.
Sebelumnya, aksi nekat Ketua BUMDes yang mencegat Daklan di tengah jalan dan mengangkut becak tersebut menggunakan mobil bak terbuka sempat memicu amarah warga internet.
Meski sempat tertahan, semangat Daklan tidak luntur. Ia sebelumnya dengan tegas menyatakan harga dirinya tidak bisa dibeli. “Kalau tahu becak itu bukan untuk saya, saya tidak mau meskipun dikasih uang seratus ribu rupiah,” tegas Daklan mengenang momen pahit saat haknya ditahan.
Kini, becak listrik berteknologi modern tersebut sudah terparkir di rumah masing-masing penerima. Penyerahan ini membuktikan bahwa pengawasan masyarakat terhadap bantuan sosial sangat efektif dalam menjerat upaya oknum yang mencoba bermain di air keruh.
Sebelumnya diberitakan Daklan merasa hanya dijadikan atas nama sebagai penerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto.
Meski telah mengikuti prosedur, mulai dari pelatihan hingga pengisian formulir, becak listrik tersebut sempat ditahan pihak BUMDes. Daklan bersama 99 orang lainnya dari berbagai desa menerima becak listrik secara simbolis di Pendapa Brebes pada Sabtu (6/12/2025).
Ia mengaku awalnya dihubungi pihak desa melalui Ketua BUMDes sebagai calon penerima. “Awalnya yang mengundang Pak Herman, dia ketua Bumdes. Terus saya dapat becak listrik,” kata Daklan kepada wartawan, Kamis (18/12/2025) kemarin.
Namun, setelah penyerahan, Daklan mengaku becak listrik yang ia kendarai dihentikan di tengah jalan dan kemudian diangkut menggunakan mobil oleh Ketua BUMDes. (redaksi)






