Berdasarkan data survei terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Brebes menjadi sorotan utama karena menempati posisi puncak sebagai wilayah dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi di seluruh Jawa Tengah.
Meskipun berita ini datang dari diskusi mengenai peningkatan TPT di Kabupaten Tegal, posisi Brebes sebagai peringkat pertama menjadi fakta yang mendesak untuk ditangani.
Informasi mengenai posisi Brebes sebagai kabupaten dengan TPT tertinggi ini dikonfirmasi oleh Kabid Hubungan Industrial Jamsosnaker Disperintransnaker Kabupaten Tegal, Agus Massani. Menurut Agus, data tersebut diperoleh dari hasil survei BPS.
“Tingkat Pengangguran Terbuka paling tinggi se Jawa Tengah posisi pertama Kabupaten Brebes, kemudian Kabupaten Tegal dan posisi ketiga Cilacap,” jelas Agus Massani, dikutip dari tribunnews, Rabu (10/12).
Pernyataan ini secara tegas menempatkan Brebes di urutan teratas daftar wilayah dengan permasalahan pengangguran terberat di provinsi tersebut.
Tegal Mengalami Kenaikan, Brebes Tetap Paling Tinggi
Data Tegal sendiri menunjukkan TPT meningkat dari 7,53 persen (2024) menjadi 7,61 persen (2025), dengan angka riil pengangguran mencapai sekitar 71 ribu orang. Namun, tingginya angka tersebut masih berada di bawah Brebes yang memimpin daftar tersebut.
Analisis dari Kabupaten Tegal menunjukkan bahwa masifnya pembangunan pabrik tidak selalu menyelesaikan masalah pengangguran karena tenaga kerja terbesar masih berada di sektor pertanian (sekitar 21,60 persen).
Hal ini menyiratkan adanya kesenjangan keahlian, di mana pekerja pertanian tidak bisa serta merta diserap oleh sektor industri tanpa penyesuaian bidang keahlian.
Mengingat Brebes dan Tegal memiliki karakteristik sosial dan ekonomi yang berdekatan, Brebes sebagai wilayah dengan TPT tertinggi dipastikan menghadapi tantangan serupa atau bahkan lebih berat dalam menyelaraskan lapangan kerja dengan keahlian penduduknya.
Solusi Kolaboratif Mendesak untuk Brebes
Guna menangani krisis pengangguran ini, pendekatan kolaboratif antar-institusi sangat dibutuhkan. Seperti yang diungkapkan Agus Massani, penyelesaian masalah pengangguran “tidak hanya dilakukan oleh Disperintransnaker tapi butuh peran stakeholder lainnya untuk berkolaborasi.”
Untuk Brebes, langkah konkret harus melibatkan:
-
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (untuk peningkatan nilai tambah sektor pertanian).
-
Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (untuk menciptakan wirausaha baru).
-
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (untuk menyelaraskan kurikulum pendidikan dan kejuruan dengan kebutuhan pasar industri dan pabrik).
Posisi Brebes sebagai peringkat pertama ini menjadi lampu merah bagi pemerintah daerah dan seluruh stakeholder untuk segera mengambil tindakan strategis dan terpadu guna menekan angka pengangguran yang tertinggi di Jawa Tengah. (redaksi)






