Suara lantang rakyat akhirnya direspons. Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) akhirnya memulai perbaikan jalan rusak ruas Pamulihan-Jemasih, yang menghubungkan Kecamatan Larangan dan Ketanggungan.
Langkah ini diambil menyusul aksi protes keras yang dilakukan puluhan warga Desa Kamal, Kecamatan Larangan, yang sempat viral di media sosial.
Aksi protes unik yang melibatkan penanaman jagung di tengah jalan rusak pada April 2025 lalu menjadi pemicu utama.
Dalam video berdurasi 4 menit 3 detik yang menyebar luas di Facebook, terlihat seorang tokoh agama atau kiai memimpin aksi, menyampaikan kritik tajam kepada Bupati Brebes mengenai kondisi jalan yang memprihatinkan.
Dengan latar belakang puluhan warga yang memegang batang jagung, pesan mereka jelas: pemerintah harus bertindak.
“Saat pencalonan legislatif, banyak caleg yang menjanjikan akan memperbaiki jalan rusak,” kata seorang kiai yang mengaku memiliki banyak santri dalam video tersebut, menyiratkan kekecewaan mendalam terhadap janji politik yang tak kunjung terealisasi.
Kini, janji itu mulai dipenuhi. Kepala Bidang Bina Marga DPU Brebes, Agus Pramono, memastikan bahwa perbaikan dilakukan secara menyeluruh. “Untuk semua pekerjaan di ruas ini diperkirakan selesai pada akhir tahun 2025,” ujar Agus Pramono dikutip dari radartegal pada Kamis, (11/12).
Perbaikan meliputi peningkatan kualitas dengan pengecoran dan pengaspalan, serta pelebaran jalan sepanjang lebih dari satu kilometer.
Rinciannya mencakup pelebaran beton kiri dan kanan sepanjang 4.419 meter, perbaikan beton dengan panjang 91 meter dan lebar 5 meter, serta 585 meter dengan lebar 4,5 meter. Selain itu, perbaikan menggunakan latasir (lapis tipis aspal pasir) sepanjang 1.050 meter dengan lebar 4 meter.
Aksi protes warga Desa Kamal ini tidak hanya menjadi catatan sejarah lokal, tetapi juga menjadi pengingat penting bagi para pejabat bahwa partisipasi dan kritik konstruktif dari masyarakat adalah kekuatan yang tak bisa diabaikan dalam mendorong pembangunan daerah. (red)






