Kabupaten Brebes kini tengah bersukacita merayakan hari jadinya yang ke-348. Namun, perayaan tahun ini tidak hanya diisi dengan seremonial belaka.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes memilih cara yang lebih substansial dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat bawah, yakni dengan meluncurkan program pelayanan Keluarga Berencana (KB) gratis secara masif.
Mulai tanggal 12 hingga 31 Januari 2026, seluruh fasilitas kesehatan seperti Puskesmas di wilayah Brebes membuka pintu lebar-lebar bagi warga yang ingin mendapatkan kontrasepsi tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Wakil Bupati Brebes, Wurja, menegaskan bahwa kebijakan ini adalah investasi jangka panjang. Saat meninjau langsung pelaksanaan program di Puskesmas Brebes pada Senin (12/1/2026), ia menekankan bahwa kesehatan ibu dan anak adalah prioritas utama pemerintah.
Pelayanan yang diberikan pun bukan sekadar formalitas, melainkan fokus pada Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti implan, IUD (spiral), hingga sterilisasi yang dikenal sangat efektif.
“Program KB bukan semata-mata soal pengendalian jumlah penduduk, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas,” ujar Wurja.
Langkah ini juga menjadi strategi jitu dalam menghadapi tantangan kesehatan di Brebes yang masih cukup berat. Wurja mengakui bahwa angka stunting dan angka kematian ibu (AKI) serta bayi (AKB) masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan. Dengan adanya perencanaan keluarga yang baik melalui KB, beban ekonomi keluarga dapat terkendali dan asupan gizi anak-anak dapat lebih terjamin.
“Saya berharap pelayanan KB ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga, jarak kelahiran yang sehat, serta pemenuhan gizi yang optimal bagi ibu dan anak,” jelas Wurja dengan penuh optimisme.
Antusiasme warga pun terlihat sangat tinggi. Ribuan ibu-ibu di Brebes memanfaatkan momentum ini untuk mendapatkan layanan kesehatan yang biasanya memerlukan biaya tidak sedikit. Salah satu warga, Sumiyati, merasa sangat terbantu dengan program ini. Ia memuji ketertiban petugas dan kelengkapan edukasi yang diberikan selama proses pelayanan berlangsung.
Wurja menutup kunjungannya dengan pesan kuat tentang sinergi. “Ini adalah bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan Brebes yang Beres, Brebes yang sehat warganya, kuat keluarganya, dan sejahtera masyarakatnya,” pungkasnya. Program ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi Brebes yang lebih maju di usianya yang hampir tiga setengah abad ini. (red)






